Analisis Persepsi Konsumen Remaja Terhadap Metode Pembayaran QRIS di Kedai Ko Hay Srono Banyuwangi
DOI:
https://doi.org/10.58472/joebis.v1i2.242Kata Kunci:
Persepsi Konsumen, QRIS, Remaja, Pembayaran DigitalAbstrak
Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem pembayaran, salah satunya melalui penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2019. Meskipun QRIS telah digunakan secara luas, tingkat adopsinya di kalangan remaja semi-perkotaan masih beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen remaja terhadap penggunaan QRIS di Kedai Ko Hay Srono, Banyuwangi, dengan fokus pada variabel kemudahan, kegunaan, keamanan, dan kepraktisan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner kepada responden remaja yang menjadi konsumen Kedai Ko Hay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kemudahan merupakan variabel dominan yang membentuk persepsi positif remaja terhadap QRIS, diikuti oleh kegunaan dan kepraktisan. Sementara itu, faktor keamanan memiliki pengaruh lebih rendah dibandingkan faktor lainnya. Temuan ini mendukung teori Technology Acceptance Model (TAM) yang menekankan pentingnya kemudahan dan kegunaan dalam penerimaan teknologi. Secara praktis, penelitian ini memberikan masukan bagi pelaku usaha, pemerintah daerah, dan penyedia layanan QRIS untuk memperkuat strategi promosi, literasi keuangan digital, serta peningkatan infrastruktur. Penelitian ini juga memiliki kebaruan pada konteks semi-perkotaan, yang menunjukkan bahwa adopsi pembayaran digital oleh remaja dipengaruhi lebih kuat oleh aspek efisiensi dan gaya hidup dibandingkan dengan aspek keamanan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 The Journal of Islamic Economics and Business (JOEBIS)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



